ARDI KUSNADI

Selasa, 28 September 2021

SERTIFIKAT PENDIDIK

 


Wah, enak ya yang punya Sertifikat Pendidik, kompetensi teknis untuk tes PPPK sudah pasti nilai sempurna (seratus persen). Hanya perlu fokus pada tes manajerial-sosio kultural dan wawancara saja, untuk kompetensi teknis cukup klik-klik sambil pejam mata sudah pasti dapat 500 Poin. Pada tes CPNS pun demikian, nilai profesional di SKB sudah pasti 100%. Cukup datang dan duduk manis saja, nilainya sudah pasti tertinggi dan dapat nilai sempurna. Wahai sahabat, mari ngobrol dan diskusi sejenak bersamaku. Akan banyak kuceritakan bagaimana proses mendapatkan selembar kertas sakti ini. Jangan dilihat dari hasil yang sekarang, tapi lihatlah dari proses mendapatkannya. Para peserta PPG telah berjuang mati-matian untuk semua ini, karena kami yakin tidak akan ada pencapaian yang maksimal dengan proses yang standar. Sahabat .. Mungkin saat ini, sahabat hanya melihat bagaimana kemudahan untuk guru yang ber-Serdik. Tapi sahabat lupa bagaimana perjuangan untuk mendapatkannya. Jelas sahabat lupa karena sahabat belum pernah mengalaminya. Saya hanya bisa berdoa semoga suatu saat nanti sahabat bisa merasakan bagaimana rasanya berjuang untuk memperoleh Sertifikat Pendidik. Tapi ya itu, tentunya harus lulus pretest dulu. Sahabat .. Kami sudah melalui perjalanan yang luar biasa panjang. Dari menunggu panggilan pretest, ikut dalam pretest, sampai akhirnya rilis pengumuman di laman akun SIMPKB. Luar biasa bahagianya disaat melihat bahwa pengumuman yang muncul adalah "Anda dinyatakan Lulus Tes Akademik Calon Peserta PPG Daljab". Setelah lulus pretest, kami melakukan pemberkasan yang cukup detail dan rumit, kemudian kami menunggu berbulan-bulan hanya untuk mendapat panggilan jadi peserta PPG. Setelah mendapatkan panggilan jadi peserta, kami masih harus konfirmasi kesediaan dan lagi-lagi harus menunggu penetapan peserta apakah kami masuk angkatan 1, 2 atau seterusnya. Tak cukup sampai disitu, di tengah proses perkuliahan PPG pun masih harus berjuang maksimal sepenuh tenaga dengan mengorbankan waktu, uang dan pikiran yang tak terkira lelahnya. Mulai dari belajar mandiri, pendalaman materi, perancangan perangkat pembelajaran, Uji Komprehensif, dilanjutkan dengan PPL dengan segala keluh kesahnya sampai akhirnya Uji Kinerja (Ukin) dan Uji Pengetahuan (UP) yang penuh dengan tetesan keringat dan deraian air mata. Sahabat .. Selembar kertas ini diperoleh dengan perjuangan yang luar biasa. Bukan didapat dengan bim salabim, abrakadabra langsung jadi. Proses PPG yang dilalui sungguh tidaklah mudah, belum lagi kendala yang terjadi saat ujian. Bukankah sahabat juga merasakan bagaimana susahnya untuk lulus pretest dan kalaupun lulus, belum tentu langsung mendapat panggilan jadi peserta karena harus menunggu antrian panjang lagi. Sahabat .. Selembar Sertifikat Pendidik ini bukti nyata bagaimana kami pernah berjuang pagi, siang, sore bahkan sampai malam hari. Berjuang berbulan-bulan di tanah rantau dan jauh dari keluarga. Merasakan lelahnya karena tugas seabrek dan tak ada habisnya. Pernah merasakan sakit di tengah banyaknya deadline tugas yang menumpuk. Belajar dari jam 7 pagi sampai 5 sore setiap harinya kecuali hari minggu. Ada yang harus ngekos membawa anak yang masih bayi, dan harus meninggalkan anak yang masih bayi tersebut dengan orang lain seharian karena kuliah sejak pagi sampai sore. Sekarang, di sistem yang serba daring, perjuangan yang dilalui tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Mulai dari pagi harus zoom meeting, begitu sore ada lagi tugas, belum lagi membuat presentasi, mengisi forum diskusi, mengerjakan tes formatif, tes sumatif, mengisi lembar kerja di LMS yang membuat mata ini harus mampu bertahan sampai larut malam dan sudah siap sedia lagi di pagi harinya. Di saat proses Pengantar Perancangan Pembelajaran, kami dituntut untuk bisa membuat 3 set lengkap (RPP, Materi Ajar, Media, LKPD & Penilaian) dan sudah tak terhitung banyaknya perbaikan yang dilakukan, pada saat yang sama juga kami harus membiasakan diri untuk mengedit video. Belum lagi saat mengerjakan tugas, laptop mati tiba-tiba dan harus restart beberapa kali. Sahabat .. Saat PPG berlangsung, di sekolah saya sedang proses Akreditasi dan bisa dibayangkan bagaimana badan ini membagi dua kegiatan yang sama pentingnya. Semuanya bisa mengetahui, kegiatan Akreditasi saja banyak hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan, apalagi dikerjakan bersamaan dengan Proses Perkuliahan PPG. Teman angkatan PPG saya ada yang baru melahirkan dan sudah harus mengikuti uji kinerja karena berjuang demi selembar kertas ini. Di saat pengumuman tiba, di tengah euforia teman-teman seangkatan yang lulus, di lain pihak banyak pula teman seangkatan PPG saya yang belum lulus. Sedih pasti, menangis iya, karena mereka menganggap perjuangan selama ini terkesan sia-sia dan harus kembali berjuang untuk mendapatkan selembar kertas ini. Tentunya lagi-lagi memerlukan biaya, menguras pikiran, tenaga dan waktu. Begitu banyak cerita yang tak terceritakan, perasaan yang tak terungkapkan yang penuh dengan tawa, sedih, kesal, capek, tangisan dan sebagainya pada saat itu yang tak dituliskan disini, namun perlu sahabat ketahui bahwa semua itu hanya demi selembar kertas yang sahabat lihat sekarang. Sahabat .. Melihat semua perjuangan ini, sudah pantas rasanya para guru yang memiliki Sertifikat Pendidik dapat kemudahan untuk itu semua. Karena sebelumnya kami sudah berjuang habis-habisan demi selembar kertas ini. Selembar kertas yang membuat sahabat dipenuhi dengan prasangka. Sahabat .. Jangan tanamkan rasa iri itu, karena ketika iri yang berlebihan maka tentunya tidak akan baik. Ada baiknya mulai dari sekarang mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan esok. Jangan terpaku dengan kemudahan yang didapatkan orang lain. Tuhan tidak menjamin semua proses dijalani dengan mudah dan lancar, tapi Tuhan menjamin bahwa setelah kesulitan selalu ada kemudahan. Sahabat ... Sekali lagi saya doakan semoga kelak 'kertas ajaib' ini bisa menjadi milik sahabat yang saat ini belum bisa memilikinya. Aamiin. #ceritadibaliksebuahperjuangan

3 komentar:

  1. Mantap pak ardi... Satu lagi pak ... Bagi honorer negri setelah selesai pun masih di uji... Tidak langsung menikmati hasil .. karena terkendala SK pejabat... Sk kepala sekolah tidak berlaku

    BalasHapus

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

SAMISANOV Menjelajah Negeri