ARDI KUSNADI

Rabu, 14 Maret 2018

Pelatihan Sagu Saku di Kota Pontianak


Nara Sumber Bapak Drs, Slamet Riyanto, M.Pd memberikan penjelasan tentang alur penerbitan buku peserta Sagusaku di Pontianak
Kota Pontianak merupakan Kota Khatulistiwa. Kota Pontianak dilalui oleh Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Kota Pontianak didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie pada tahun 1771 M. Hari ini tepatnya tanggal 20 Mei 217, hari yang sangat bersejarah bagi Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, di cuaca yang sangat bersahabat jalan induk Kota Pontianak di penuhi lautan manusia, yang berdatangan dari berbagai penjuru kota di Kalbar. Mereka menyerukan aksi bela ulama. Keadaan sangat mencekam. Antusias yang luar biasa dari peserta aksi membuat bulu kudukku berdiri. Sejak dari kecil saya belum pernah menyaksikan kumpulan massa yang begitu banyak, tetapi hari ini saya terpesona dan terharu dengan aksi damai yang terjadi di depan mataku sendiri.  Di tengah situasi seperti ini saya juga akan mengikuti training of coach workshop SAGUSAKU di aula SMA Mujahidin yang berhadapan langsung dengan masjid Mujahidin. Hal ini tak mungkin saya lewatkan karena narasumber yang hadir adalah seorang penulis hebat yaitu Drs. Slamet Riyanto, M.Pd yang telah menyelesaikan 175 buku. Ada sedikit was-was yang menghampiriku tetapi rasa ingin tahu tentang penulisan buku mengalahkan semua ketakutan itu.. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan peserta terdiri dari guru-guru yang ada di Kalimantan Barat.
 Acara dipandu oleh Bapak Mahrani, M.Pd dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ibu Virna Yulistiana dari Bendahara MGMP Bahasa Indonesia Pusat dan di buka resmi oleh Bapak Trival Setiadi mewakili ketua IGI Kalbar. Pelatihan ini di gagas oleh IGI Kal-Bar yang bekerjasama dengan IGI Pusat.
Banyak hal yang didapat dalam acara hari ini. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata kegembiraan hari ini, perasaan gundah, galau dan merana seakan terobati setelah mengikuti kegiatan langka hari ini . Sosok penulis Pak Slamet Riyanto bukan hanya sukses menorehkan buah karya berbagai buku tetapi ia merupakan seseorang ayah yang telah mengantarkan dua anaknya duduk di bangku perkuliahan. Ada yang berkeinginan menjadi dokter  dan ada yang melanjutkan karirnya sebagai guru bahasa inggris di kampus terkemuka di kotanya. Semua hasil royalti buah karyanya didekasikan untuk kedua anaknya dan menyelesaikan istana impian yang di cita citakan sejak muda dulu. Selain itu Pak Slamet Riyanto juga dikenal dengan seorang yang vokal terhadap kemaksiatan dan tidak senang dengan hal yang berbau kecurangan.
Dari awal penulis bercerita tentang  bagaimana ia sukses menulis 175 buku, kegigihan beliau sangat luar biasa sehingga beliau bisa sukses dan bisa mengelilingi kota di dunia, seperti Amerika, Dubay, Bangkok dan banyak lagi negara yang telah di kelilinginya. Selain itu ia juga memberikan trik-trik agar bisa menerbitkan sebuah buku yang nanti hasilnya membuat seseorang bisa menghasilkan uang, dan mudah naik jenjang pangkat yang lebih tinggi. Di tengah perjalanan kesuksesan beliau sering beliau diremehkan dan di anggap rendah oleh guru dan pegawai yang lain. Tetapi setelah mengetahui prestasi penulis orang yang tadinya meremehkan menjadi segan dan tertunduk malu. Pak Slamet Riyanto juga dikenal dengan guru yang rendah hati, ia berpenampilan sederhana sehingga orang banyak yang tidak menyangka ia adalah seorang penulis hebat. Terimakasih Pak Salmet Riyanto atas waktu dan ilmu yang diberikan kepda kami di Pontianak. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di lain waktu dan tempat yag berbeda. Tak lupa juga salam literasi dari kami Budak Kapuas.
Semoga prestasi beliau bisa menular kepada peserta sagusaku di Pontianak, sehingga di momen Hari Guru Nasional (HGN) nanti yang menulis buku  bisa memecahkan rekor Muri untuk 1700 buku se Indonesia yang dihadiri Bapak Presiden Jokowi Widodo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

SAMISANOV Menjelajah Negeri